Al-Imam al-Qurthuby rahimahullah dalam tafsirnya berkata:

Jika musuh mengejutkan orang-orang di rumah mereka dan menyerang mereka tanpa mereka sadari, apakah yang terbunuh diperlakukan seperti orang yang terbunuh dalam pertempuran? Ataukah mereka diperlakukan seperti orang lainnya yang meninggal dunia (dalam keadaan normal)?

Peristiwa seperti ini terjadi di Qurthubah (Kordoba, Spanyol), semoga Allah mengembalikannya (kepada muslim). Pada tanggal 3 di bulan yang agung Ramadhan 627 H, musuh, semoga Allah menyerang mereka, melakukan penyerangan ketika orang-orang tidak menyadarinya. Musuh membunuh sebagian dan menawan sebagian. Di antara yang terbunuh adalah ayahku rahimahullah.

Aku bertanya kepada guru kami al-Muqri al-Ustadz Abu Ja’far Ahmad, dikenal sebagai Abu Hujjah. Ia berkata, “Mandikan dan shalatkan ia, karena ayahmu tidak terbunuh dalam pertempuran.”

Lalu aku bertanya kepada guru kami Rabi’ bin ‘Abdirrahman bin Ahmad bin Rabi’, ia berkata, “Sesungguhhukumnya seperti hukum orang yang terbunuh dalam pertempuran.”

Lalu aku bertanya kepada Qadhi al-Jama’ah, Abul Hasan ‘Ali bin Quthral dan di sekelilingnya ada sekumpulan ulama, mereka berkata, “Mandikan, kafani, dan shalatkan ia.” Maka aku lakukan itu.

Lalu setelah itu, aku menemukan masalah ini dibahas dalam at-Tabshirah karya Abul Hasan al-Lakhmi dan buku-buku selainnya. Jika aku membacanya sebelum memandikan ayahku, aku akan kuburkan ia dengan darah dan pakaiannya (yakni diperlakukan seperti orang yang terbunuh dalam pertempuran).

Semoga saudara-saudara kita yang terbunuh dalam serangan musuh yang tiba-tiba wafat sebagai syuhada. Amiin.


Comments

You must be logged in to post a comment.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind