Jumbo Frames

May 21, 2017 | Leave a Comment

Ketika suatu komputer mengirimkan data melalui jaringan dengan teknologi Ethernet (umum digunakan pada koneksi berkabel), data dipecah-pecah menjadi kumpulan Ethernet frame sesuai ukuran maximum transmission unit (MTU) yang didukung. Tiap frame tidak hanya memuat data yang kita ingin kirimkan, tetapi di dalamnya juga termuat keterangan yang dibutuhkan agar frame tersebut tiba di tujuan. Ukuran frame standar Ethernet hanya dapat memuat 1500 byte data (disebut payload). Dengan perkembangan teknologi Fast Ethernet (100 Mbps) dan Gigabit Ethernet (1 Gbps), banyak perangkat yang telah mendukung jumbo frame yang dapat memuat payload lebih besar dari 1500 byte.  Ukuran payload yang lebih besar membuat pengiriman data lebih efisien dan menghasilkan lebih banyak data yang dikirimkan dalam waktu yang sama (throughput lebih tinggi).

Untuk dapat memanfaatkan jumbo frame, setiap perangkat yang terlibat harus mendukungnya, baik di sisi pengirim, perantara, maupun penerima. Perlu diperhatikan bahwa WiFi merupakan teknologi yang berbeda dengan Ethernet dan tidak mendukung jumbo frame.

Setelah sekian lama mengenal istilah jumbo frame, saya baru saja memanfaatkannya. Dengan percobaan kecil di jaringan sederhana, saya menggunakan beberapa perangkat berikut:

  1. network-attached storage (NAS) QNAP TS-212 (QTS 4.3.3)
  2. Gigabit Ethernet switch HP 1810-8G
  3. laptop ASUS N43SL dengan Atheros AR8151 PCI-E Gigabit Ethernet Controller dan  Windows 10 64-bit (Version 1703)

Sebelum jumbo frame diaktifkan di semua perangkat, kecepatan penyalinan data  berukuran beberapa ratus MB antara laptop dan NAS tidak dapat melebihi 10 MBps. Dengan jumbo frame, kecepatan transfer data dapat melampaui 40 MBps.

Aktivasi jumbo frame di Windows 10 dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Buka Control Panel
  2. Klik View network status and tasks
  3. Klik Change adapter settings
  4. Klik kanan network adapter yang akan dikonfigurasi.
  5. Klik Configure
  6. Pada tab Advanced, klik Jumbo Frame dan pilih MTU yang didukung semua perangkat yang terlibat. Saya menggunakan 9KB MTU.
  7. Klik OK

Pengujian dapat dilakukan dengan perintah berikut di Command Prompt:

ping alamat_ip -f -l 9000

dengan alamat_ip merupakan alamat IP perangkat lain yang dituju. Opsi -l 9000 bermakna paket ping dilakukan dengan ukuran 9000 byte (sesuaikan dengan MTU di atas) dan opsi -f memastikan agar paket tersebut tidak dipecah. Jika ping berhasil, perangkat-perangkat kita telah berhasil diset menggunakan jumbo frame. Jika jumbo frame ukuran tersebut tidak didukung, pesan kesalahan berikut akan ditampilkan:

Packet needs to be fragmented but DF set.


Comments

You must be logged in to post a comment.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind